Menjalani puasa di bulan Ramadan,
semangat berpuasa biasanya tidak hanya dirasakan orang dewasa tetapi
juga anak-anak kecil. Mereka ikut bergembira menyaksikan orangtuanya
berpuasa serta turut menikmati momen kebersamaan saat sahur dan berbuka.
Bagi orang tua, semangat tersebut adalah
kesempatan emas untuk mulai mengenalkan puasa pada anak-anak. Karena
puasa memberi dampak positif dalam melatih kesabaran, disiplin dan
mengendalikan diri. Namun, banyak kekhawatiran muncul apakah sang buah
hati sudah cukup kuat untuk berpuasa dan tidak terganggu tumbuh
kembangnya?
Prof. Dr. Hardinsyah, Ahli Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), mengatakan
bahwa berdasarkan ilmu tumbuh kembang, fisik anak sudah mampu dilatih
untuk berpuasa ketika sudah masuk Taman Kanak-Kanak (TK) atau sekitar
usia 5 tahun.
Aktivitas motorik anak memang menguras
energi. Namun, selama gangguan kesehatan atau penurunan berat badan yang
sangat drastis tidak dialami anak, menurut Hardinsyah tidak masalah dan
anak dapat terus dilatih puasa. Asalkan tetap diperhatikan pemenuhan
nutrisi anak secara maksimal dan tidak memaksa mereka untuk berpuasa.
Latih dengan Kreatif
Agar ibadah puasa terasa menyenangkan
bagi anak, kreatifitas orangtua dibutuhkan misalnya dalam menyajikan
menu makanan favorit anak saat sahur, saat menyiapkan makanan berbuka
puasa atau ketika menyambut datangnya Ramadan dengan membuat dekorasi di
rumah. Kegiatan-kegiatan kreatif ini dapat
memancing keingintahuan anak untuk bertanya. Kesempatan tersebut dapat
dimanfaatkan orangtua untuk mengenalkan Ramadan dan menjelaskan makna
puasa. Namun jika anak belum ikut berpuasa, pengenalan puasa dan ramadan
dapat dilakukan dengan melibatkan mereka dalam kegiatan ibadah yang
dilakukan saat bulan Ramadan.
Agar puasa tidak terasa berat pada anak, ciptakan juga kegiatan menarik yang tak menguras tenaga. Misalnya, mewarnai, menyusun puzzle, membaca buku cerita, dan sebagainya.
Latih Secara Bertahap
Agar anak terbiasa puasa, ajarkan untuk
puasa secara bertahap. Misal, di minggu pertama anak hanya puasa
beberapa jam. Minggu selanjutnya, latih berpuasa sampai setengah hari
dan dilanjutkan berpuasa hingga waktu berbuka. Setelah anak makin dewasa
dan terbiasa puasa, berikan rentang waktu berpuasa lebih lama pada
anak. Bila anak belum ingin melakukannya,
jangan memarahi mereka. Berikanlah semangat seperti memberi pelukan dan
pujian saat anak berhasil bangun pagi untuk sahur. Hal ini akan
memotivasi anak untuk berpuasa di hari berikutnya.
Selamat menyambut bulan Ramadan.


