Jumat, 30 Mei 2014

Sikecil dan Perintahnya





“Bunda saya  tidak suka mengakuinya, tetapi anak  lelaki  saya sangat  pengatur dan suka memerintah. Dia memeberikan perintah kepada teman-temannya dan ingin semuanya berjalan sesuai dengan keinginannya. Jika dia tidak mengubah “semangat asertif yang berlebihan” sekarang, dia tidak akan punya teman sama sekali. Dia selalu mengendalikan, jadi bagaimana saya mengubah anak saya seperti ini agar dia lebih diterima oleh teman dan lingkungannya?”

Mengapa sikap anak yang suka memerintah harus berubah
Anak yang suka memerintah menunjuk dirinya sendiri menjadi satu-satunya yang berwenang, mereka membuat peraturan, memilih kegiatan, dan memutuskan rencana permainan. Sangat jarang mereka mau mendengarkan pendapat atau kekuatiran teman sebayanya. Meskipun keterampilan mengatur itu suatu saat dapat berguna menjadikannya pemimpin dan CEO yang kuat, untuk saat sekarang anak-anak seperti itu biasanya tidak disukai oleh teman sebayanya.
Walaupun anda tidak ingin menghalangi rasa percaya diri anak atau kesediaannya mengambil wewenang dan tanggung jawab, anda tentunya ingin membantunya mengubah sikap diktator dan mendominasi agar anak dapat mempertimbangkan kebutuhan orang lain, serta lebih menghargai perasaan dan keinginan orang lain. Dengan begitu tentu saja akan mendorongnya menjadi lebih disukai dan lebih berhasil dalam kehidupan sosial.
Ada cara tertentu bagi orang tua untuk mengubahnya. Anda dapat melihat anak memiliki bawaan sebagai pemimpin dan dia bisa menjadi seseorang yang berwenang, memikul tanggung jawab dan menyelesaikan banyak hal. Namun ingat, seorang pemimpin sejadi mempertimbangkan kebutuhan orang lain, mendengarkan orang lain dan memiliki tujuan positif yang menguntungkan semua pihak, bukan hanya dirinya sendiri.
Tanda-tanda anak yang suka memerintah
Berikut ini tanda-tanda peringatan bahwa sikap anak anda yang suka memerintah itu mempengaruhi perkembangan emosional dan sosialnya. Untuk penilaian yang lebih akurat, amati interaksi anak Anda dengan anak lain dalam berbagai situasi dan tempat (sekolah, tetangga dan lingkungan sekitar).
  • Anak anda menentukan kegiatan, membuat rencana, dan menciptakan rencana permainan.
  • Dia mulai memerintah Anda dan menentukan apa yang harus Anda lakukan.
  • Semua harus berjalan sesuai caranya, dia hanya bermain sesuai peraturannya.
  • Dia jarang bernegosiasi atau mengalah untuk menerima keinginan orang lain, tidak mau berkompromi.
  • Teman-teman tidak membalas teleponnya, mengundangnya lagi, atau ingin dia datang.
  • Orang tua, pelatih, atau guru menjulukinya “bos”
  • Tidak tanggap bahwa orang lain merasa disingkirkan atau diremehkan akibat perilakunya.
Bagaimana Mengatasi Perilaku Anak Suka Mengatur
A.  Identifikasi apa yang terjadi
Langkah pertama Anda adalah menemukan penyebab anak menjadi diktator kecil, sehingga Anda dapat menemukan cara terbaik menahan perilakunya dan memperbaiki kemampuannya yang berhubungan. Periksa sebab-sebab yang mungkin sesuai dengan anak Anda:
·        Meniru. Anak anda terbiasa diatur dan diperintah, sehingga dia meniru yang dialaminya.
·   Mendapat penguatan. Seseorang secara sengaja (atau tidak sengaja) memperkuat sikap itu dengan menyebutnya asertif, percaya diri, atau mudah bergaul, atau memiliki kapasitas sebagai pemimpin, atau memang dia dibiarkan demikian.
·   Dituntut untuk memegang kekuasaan. Dia diberi tanggung jawab untuk menjaga yang lain, mungkin bergaul dengan anak-anak yang kurang diarahkan dan membutuhkan seseorang untuk diandalkan.
·  Tidak aman. Anak Anda menutupi rasa tidak aman, keyakinan diri yang rendah atau perfeksionisme.
·      Membutuhkan Kekuatan. Dia membutuhkan rasa memiliki kekuatan sebagai kompensasi menjadi urutan terbawah dalam keluarga atau teman-teman.
·   Diganggu. Anak Anda sering didominasi oleh orang lain, dia mencoba melampiaskannya di tempat bermain.
·    Kurang pengalaman sosial. Dia benar-benar tidak tahu cara menyampaikan pendapat kepada pihak lain dengan cara yang baik.
·        Tidak memiliki suara. Gagasan, perasaan, dan kebutuhannya sering diabaikan.
·   Kurang empati. Anak Anda dalam tahap perkembangan egosentris atau kurang kemampuan memandang dari perspektif dari orang lain atau kemampuan memandang dari perspektif orang lain atau memikirkan kemauan orang lain.
B. Tekankan Konsensus.
Para diktator perlu belajar tentang demokrasi, jadi tekankan demokrasi di rumah Anda. Perkuat sebuah peraturan baru untuk keputusan-keputusan keluarga tertentu (seperti: pilihan liburan dan restoran, sewa DVD, acara TV yang akan ditonton, permainan makna yang akan dimainkan), semua anggota keluarga harus disurvei. Anak Anda perlu belajar demokrasi secara langsung agar dapat menerapkannya bersama teman-temannya.
C. Minta kerja sama.
Penelitian menunjukan bahwa anak-anak yang menunjukan perilaku kooperatif seperti berbagi, bergiliran, mempertimbangkan permintaan teman sebayanya, dan sebagainya, biasanya karena orang tua mereka dengan jelas menekankan tuntutannya. Jadi sempatkan untuk memberi tahu anak aturan dasar untuk berbagi dan bekerja sama, serta beri penjelasan. Minta anak menerapkannya. Pastikan Anda juga menekankan mengapa perilaku suka memerintah tidak tepat dan mengecewakan orang lain.

Jumat, 23 Mei 2014

Bantahan Sikecil




  Bunda pernahkah anda mengalami saat-saat dimana buah hati anda bagaikan mosnter kecil, yang tidak mau mendengarkan perkataan anda, dan terus melakukan sesuatu yang anda tidak suka, bahkan sengaja memancing emosi anda”  Saat anda berkata no..no...no tapi justru sibuah hati akan merespon dengan yes..yes..yes..

Saat anda melarang melakukan sesuatu, tapi justru sikecil malah tambah senang melakukannya, itu akan berakhir seiring bertambahnya usia anak, maka dari itu bunda jangan terpancing untuk marah atau melakukan kekerasan terhadap anak. Menghadapi ulahnya yang sering membantah, lebih baik Anda  menggunakan cara-cara berikut :
  • Responlah dengan humor  Jangan terpancing untuk marah, apalagi bila anak ngotot melakukan sesuatu yang tidak berbahaya.  Cukup katakan, ”oh kalo kamu terus bermain gelas dan piring maka jika pecah maka beling itu akan membuat kakimu terluka parah...” main mobil-mobil aja yuk...”
  • Ingatkan kewajibannya. Untuk hal-hal yang memang harus dilakukan anak, jangan biarkan dia bebas dan ingatkan terus. Semisal tugas membereskan mainan atau menggosok gigi, katakan dengan nada tegas namun tidak berteriak.
  • Gunakan psikologi terbalik. Ketika anak menolak mandi, Anda bisa bilang begini, ”Oh, dede ga mau mandi ya..oke.. biar saja nanti badannya bau dan digigiti nyamuk.” Dengan psikologi terbalik, anak akan berpikir bahwa Anda tidak peduli terhadap reaksinya. Itu akan memancing ia berbuat sebaliknya untuk mendapat respon Anda.
  • Menyuruh dalam nada meminta. Ketika anda hendak melarang buah ahti anda untuk melakukan sesuatu, lebih baik anda melarang dengan nada meminta daripada nada menyuruh  misalnya, ”Boleh bunda meminta gelasnya?”  itu lebih baik untuk  ego anak daripada nada memerintah seperti “Ayo, bawa sini gelasnya!”
  • Ajarkan cara mengekspresikan perasaan. Terkadang anak memberondong  Anda dengan kata "tidak"  hanya untuk menunjukkan perasaan tidak senang, protes, atau  marah pada sesuatu. Coba cek dengan bertanya padanya, ”Kamu lagi marah, ya? Apa yang membuat kamu marah? Coba bilang sama Bunda." Lalu, dengarkan perkataan anak sambil membantunya memilih kata-kata.
  • Lupakan sifat bossy Anda. Tidak ada orang yang senang diperintah, bukan? Karena itu, wajar jika anak  menolak duduk di car seat karena nada perintah Anda seperti diktator: "ayo duduk dikursi sekarang!". Lebih efektif bila menyampaikan instruksi secara bersahabat, namun jelaskan konsekuensi bila anak melanggar, misalnya, “ayo mau makan kan..duduk yang manis ya...".  Jangan lupa, nada suara juga penting. Tidak perlu berteriak atau membentak.
  • Mengalihkan perhatian.  Suatu hari, si dede bermain-main dengan mengambil air dari dispenser dan dibuangya kelantai.. Berkali-kali ia melakukan itu.. Hampir sepuluh kali bundanya mengatakan ‘jangan’, tidak mempan. Akhirnya, bunda  menyadari bahwa kata ‘jangan’ tidak bisa digunakan untuk membuat Alya menghentikan tindakan impulsifnya. Ia pun mengalihkan perhatian si dede dengan melakukan aktivitas yang mirip, seperti memberi makan ikan di akurium atau bermain dengan bebek-bebek plastik di bak mandi. Berhasil!
  • Cari kata spesifik selain “jangan”,  untuk mencegah aktifitas yang membahayakan anak. Misalnya, ketika dia bermain-main dengan tempat sampah, reaksi Anda mungkin mengatakan “Jangan!”.  Cobalah memilih kata lain yang lebih efektif, misalnya, “Hi, jijik! Main kotak sampah bisa membuatmu sakit.”  Katakan dengan ekspresi yang mendukung.
  • Berikan kata positif yang mengandung konotasi negatif. Misalnya, “Kamu tidak boleh mencoret tembok, tapi kamu boleh menggambar di kertas.” Gunakan ekspresi meyakinkan untuk menekankan bahwa ia boleh melakukan sesuatu  tetapi dalam cara yang positif. Ini adalah cara kreatif dalam memberi buah hati anda pilihan tanpa melarangnya terus-menerus. 
Angie T.Cranor, Ph.D, asisten professor dari jurusan perkembangan di universitas North Carolina di Greensboro, AS, mengatakan, daripada melarang anak untuk melakukan sesuatu,  lebih baik minta dia melakukan sesuatu. Kalimat seperti “Jangan berguling di lantai dengan baju barumu” dapat memancing argumentasi. Lebih baik katakan,  “Coba kamu duduk di kursi, supaya baju baru kamu tidak kotor.”

Kamis, 22 Mei 2014

Guru Kecilku



...Senang rasanya melihat kedua buah hatiku tertidur lelap, rasa bahagia selalu menyelusup ke jiwa. Bersyukur memiliki mereka. Anak-anakku yang sehat dan lucu. Membuat tawa kala merasa sedih, membuat lucu saat merasa lelah, memberi semangat disetiap detik  nafas ini mereka adalah anugerah yang sangat mahal harganya, merekalah harta kekayaanku yang sesungguhnya...

Bahagia rasanya melihat mereka mau berbagi. Senang melihat mereka saling mencari jika salah satu sedang tak dirumah, atau sedang tidur. Senang melihat si kakak yang bergegas menuju pintu kamar jika ketika mendengar suara adiknya telah terbangun, dan bahagia rasanya melihat si dede yang berlari mendekati pintu saat si kaka pulang sekolah.

Bunda, memiliki buah hati memang sangat menyenangkan, banyak pelajaran yang sangat berharga saat harus menjalani kehidupan rumah tangga bersama buah hati kita yang masih kecil-kecil, keluguan dan keegoisan mereka seakan menjadi hiasan yang harus kita santap setiap hari.. saat bunda harus mengatur satu satu sama lain agar akur ketika bermain, saat bunda harus mengawasi mereka dalam bermain agar tidak menyakiti satu dengan yang lainnya, dan saat bunda berusaha mendamaikan mereka dikala hati kecil mereka saling salah paham.. sungguh pekerjaan yang luas biasa melelahkan dan membutuhkan kesabaran yang tinggi...

Tapi tahukah anda, bahwa dibalik kelelahan itu banyak pelajaran yang sedang anda peroleh. Saat anda harus menahan emosi jikalau anak-anak anda membuat rumah anda berantakan bak kapal pecah, saat buah hati anda menumpahkan air disana sini, saat buah hati anda melakukan sesuatu yang membuat anda sangat kesal itu berarti anda sedang belajar bagaimana mengelola diri anda dalam mengendalikan emosi.

Saat harus mendamaikan mereka dikala mereka harus ribut karena berebutan mainan, saat mereka harus ribut karena tempat duduk saat mereka kendak menyaksikan acara televisi kesukaan merea..itu berarti anda sedang belajar bagaimana menyelesaikan dan memberi solusi dalam suatu masalah. Bunda itu memang sangat sepele, tapi tahukah anda bahwa memiliki anak itu adalah proses belajar anda yang paling berharga.

Buah hati adalah guru yang paling berharga bagi bunda, banyak pelajaran yang kita peroleh dalam mendampingi kehidupan  sehari-hari mereka, tapi terkadang kita tidak menyadari itu, terkadang kita merasa mereka adalah masalah yang sangat rumit, mereka adalah tugas yang berat yang membuat keseharian kita menjadi sangat repot. 

Bunda.. mereka adalah anugerah yang paling berharga yang memberi kita banyak pelajaran, mereka adalah sumber ispirasi kita, mereka adalah kita dimasa lalu, mereka adalah kita dimasa depan.  Mengeluhlah tapi jangan pernah menyerah untuk terus mendampingi mereka, karena tangan-tangan kecil mereka masih membutuhkan genggaman kita, langkah kecil mereka masih membutuhkan bimbingan kita, hati kecil mereka membutuhkan kehangatan kita. Dekatilah mereka saat mereka menjauh karena suatu saat nanti mereka akan menjauh saat kita ingin mendekat...

Anak-anakku bukanlah ujian bagiku, mereka adalah guru bagiku yang memberi banyak pelajaran berharga dalam hidupku... mereka adalah diriku dimasa lalu dan mereka adalah mimpiku dimasa depan..
***

Selasa, 20 Mei 2014

Jangan atau Tidak



Ketika buah hati anda ingin melakukan sesuatu yang kurang baik atau justru berbahaya, sudah sepatutnya Bunda melarang si kecil, biasanya dengan menggunakan kata tidak atau jangan. Tapi tahukah bunda terlalu sering mengeluarkan kata tidak atau jangan pada anak pun bisa mempengaruhi  perkembangannya.

Adapun tips yang bisa dilakukan bunda untuk melarang sikecil tanpa menggunakan kata  “tidak” atau “jangan”

1. Berikan alasan
Gunakan kalimat  bunda tahu kamu menyukainya, tapi..." dengan begitu, Anda bisa memberi alasan pada anak mengapa ia tidak boleh melakukan hal itu. Dengan begini, anak bisa mengerti apa hal yang tidak tepat yang suah ia lakukan. Selain itu, anak juga bisa menasihati temannya ketika si teman melakukan hal yang serupa.

2. Pakai isyarat berhenti
Untuk berkomunikasi tak harus secara verbal bukan? begitu juga ketika melarang anak selain menggunakan kata jangan atau tidak dengan intonasi yang lebih tinggi pastinya, Anda bisa menggunakan isyarat. Cara ini membantu Anda untuk melarang anak menghentikan aksinya saat berada di tempat yang Anda tak bisa menegurnya langsung, seperti saat berada di tempat ibadah.

3. Cari larangan pengganti yang kreatif
Akan lebih baik saat melarang buah hati Anda menggunakan kalimat yang kreatif, bukan kalimat langsung dan jelas berupa tidak atau jangan. Anda bisa saja memilih kalimat 'itu kotor  sayang dan nanti bisa membuatmu sakit', ini buka'n untuk anak-anak lho..Kalimat seperti itu membuat anak lebih nyaman ketika dilarang tanpa ia harus mendengar kata tidak atau jangan secara langsung.

4. Alihkan perhatiannya
Salah satu cara terbaik untuk mengatakan tidak pada anak yakni dengan mencoba mengalihkan perhatiannya pada sesuatu yang lebih menarik. Anak, khususnya balita memiliki memori jangka pendek sehingga mereka akan melupakan permintaan mereka sebelumnya setelah melakukan aktivitas lain.

5. Jangan terlalu sering melarangnya
Hindari mengatakan tidak atau jangan terlalu sering. Jika memang apa yang ia lakukan tak terlalu bermasalah, tanggapilah anak dengan respons yang positif. Langkah ini membantu mereka memahami bahwa apa yang dilarang oleh bunda adalah sesuatu yang benar-benar berbahaya dan merugikan baginya.

Kamis, 15 Mei 2014

Anakku Istimewah



Bunda,  istimewakah anak anda?.. tentu dihati anda anak anda sangat istimewah..tapi apakah anda telah membuatnya merasa istimewah.. dengan membuatnya istimewah hati anak anda akan bahagia.... Anda perlu trik khusus untuk memberitahu balita atau anak anda bahwa ia tetap dan akan terus menjadi anak yang sangat istimewa dihati bunda...
Ø  Kenali hobby dan keunikannya
Perhatikan dan kenalilah anak anda di usianya yang sekarang. Keterampilan apa saja yang dia kuasai apa yang menjadi minatnya. Misalnya alam, robot, aktivitas fisik, 'baca' buku, menggambar. Pahami cara berpikirnya saat ia menghadapi masalah. Pemahaman Anda terhadap balita sangat membantunya untuk mengenali keunikan dan jati dirinya. Dengan memahami anak, Anda bisa membantunya berkembang sesuai dengan keunikan yang ia miliki. Cara ini membuat balita merasa bahwa Anda
memahami apa yang ia suka. Anak akan merasa istimewa atau spesial dengan perlakuan ini.
Ø  Berikan pujian yang tulus dan jujur
Pujian tidak asal-asalan atau basa-basi. “Ya, kamu pintar, nak,” tapi mata Anda tak lepas dari layar laptop Anda. Anak butuh pujian yang tulus. Arahkan tubuh ke depan tubuh anak dan tatap matanya. Ucapkan pujian dengan jelas. Berikan pujian yang jujur dan spesifik. Misalnya, katakan bahwa apa yang digambar atau diwarnai anak itu benar dan bagus. Jika ia berhasil mewarnai daun dengan rapi dan tidak keluar dari garis, ia layak mendapat pujian. Jangan berikan pujian bila si kecil mewarnai keluar dari garis. Berikan pujian untuk kemajuan perkembangannya, selain membuatnya sebagai anak yang spesial.
Ø  Berkomunikasi dengan hal yang disukai anak
Berbicara pada anak sama halnya dengan berbicara dengan teman atau sahabat Anda. Seharusnya Anda menjadi orang yang bisa membuat anak-anak merasa dihargai. Bicarakan hal-hal yang menarik, penting dan dia sukai. Lihat yang ada disekeliling Anda, jadikan topik pembicaraan. Misalnya, mengapa semut jalannya berbaris. Bila si kecil suka, ia akan mendengarkan dengan antusias serta merespon Anda. Kalau dia tidak suka, segera cari topik lain. Berikan telinga Anda untuk mendengarkan dengan sungguh-sungguh apa saja yang ingin dibicarakan anak kepada Anda, sekalipun lugu dan membosankan.
Ø  Pahami pilihan anak.
Hanya orangtua yang mengerti anak dari ujung kepala hingga ujung kakinya. Memahami pilihan anak seperti kegiatan, kesukaan dan hobinya, merupakan bentuk menghormati anak dan memperlakukannya sebagai individu yang spesial. Begitulah yang akan dirasakan balita juga. Meski tidak selamanya Anda harus setuju dengan kegiatan atau hobinya. Karena ia masih harus belajar tentang mana yang benar dan salah.
Ø  Berikan waktu khusus.
Anak butuh perhatian tidak hanya lewat telepon atau video call. Ia butuh fisik Anda yang nyata di hadapannya. Kalau Anda bisa membuat rencana kerja, harusnya Anda juga bisa membuat perencanaan waktu untuk balita. Gunakan waktu Anda untuk ‘kencan’ dengan anak, misalnya pergi menonton pertunjukan, bermain ke bandara untuk melihat pesawat terbang atau berenang dan bermain air di wahana air. Selain menambah keeratan juga dapat merangsang pertumbuhan fisiknya saat Anda mengajaknya bergerak. Bila Anda punya dua anak, bermainlah one on one atau satu pasang-satu pasang. Teknik one on one memudahkan Anda untuk mengatakan atau menunjukkan keistimewaan balita bagi Anda.
Ø  Rayakan’ proses keberhasilannya.
Rayakan prestasinya bukan dengan sebuah pesta yang meriah, tapi dengan ungkapan “hebat” atau “pintar”, pelukan, ciuman atau memberikan buku yang sudah ia idam-idamkan. Tidak terbayang apa yang akan dirasakan oleh buah hati Anda bila Anda menghargai kerja kerasnya. Perayaan ini tidak hanya berlaku untuk prestasi besar. Prestasi kecil seperti mau memberi salam kepada tamu Anda atau mendapat komentar yang positif dari guru di sekolahnya juga patut dirayakan.
Ø  Biarkan anak tahu Anda selalu ada untuknya.
Buah hati Anda sedih karena bermasalah dengan salah satu temannya di sekolah. Hampiri dia, tanyakan kenapa ia bersedih. Tawarkan bantuan kepadanya. Jika ia menolak, hargai pilihannya. Sama seperti Anda, anak juga ingin berbagi atau bercerita tentang kesedihannya. Tugas terpenting Anda adalah, Anda harus siap menolong saat dia butuhkan. Sesekali katakan padanya “Bunda siap membantu kamu, lho.” Bahasa verbal menambah keyakinan balita bahwa Anda selalu siap membantunya melalui masa-masa sulit. Kehadiran Anda dalam masa sulit membuat anak berpikir bahwa Anda peka pada suasana hatinya, sayang padanya dan tetap menganggap dirinya sebagai anak yang spesial meski dalam keadaan ‘terpuruk’.
Ø  Tertawalah bersama anak.
Ada pepatah 'tertawa itu sehat'. Benar, bukan hanya sehat fisik tapi juga secara psikis. Tertawa membuat pikiran Anda lepas dari masalah-masalah yang merusak mood Anda. Perasaan negatif dapat memengaruhi perilaku Anda. Bagaimana jika tertawa bersama buah hati Anda? Sehat juga! Tawa canda Anda bersama anak dapat meningkatkan ikatan yang kuat antara Anda dengan anak. Berbagai lelucon atau tebak-tebakan yang memancing tawa memiliki tempat yang sangat berarti di hati si kecil. Ia merasakan bahwa Anda memperlakukannya sebagai seorang teman yang spesial.
Ø  Berbagi masalah ringan kepada anak.
Saat Anda bahagia, Anda ingin berbagi kebahagian dengan si kecil agar dia merasakan kebahagian Anda juga. Jika Anda sedang bersedih atau ada masalah, lebih baik menyingkir saja supaya anak tidak ikut sedih melihat Anda. Salah! Biarkan anak tahu perasaan Anda, baik pada saat bahagia maupun sedih. Membagi rasa sedih Anda merupakan penghargaan besar untuknya. Ia merasa diri berarti karena dipercaya oleh Anda, sebagai orang dewasa. Posisikan balita sebagai pendengar dan penolong Anda. Mengakui kesalahan yang pernah Anda perbuat juga bisa dijadikan ‘guru pengalaman’ bagi anak. Setidaknya, ia belajar mengakui kesalahan yang sudah ia perbuat. Sesekali bagi masalah Anda yang ringan dengannya. Misalnya Anda tidak menemukan makanan kesukaannya, biarkan ia ikut membantu menyelesaikan masalah sederhana ini. Siapa tahu ia menemukan jalan keluar yang diluar dugaan Anda. Jika usulnya Anda terima, pasti ia akan merasa sangat berarti!
Ø  Katakan bahwa dia adalah anak yang istimewa.
Perlakukan balita layaknya putri atau putra raja untuk sesekali, boleh saja. Perlakuan seperti ini menambah keyakinan si kecil bahwa ia diperlakukan istimewa oleh orangtuanya. Pola pikir si kecil masih sangat sederhana. Panggilan ‘my sweety’ atau ‘jagoanku’ bisa membuat anak merasa istimewa. Ditambah lagi dengan ungkapan “Bunda sayang sekali dengan jagoan bunda. Kamu adalah orang yang paling berarti untuk bunda.” Anak akan merasa istimewa atau spesial ketika ungkapan yang tulus keluar dari mulut dan sikap orangtuanya.