Puasa
dapat melatih anak untuk mengendalikan emosi. Mendidik anak untuk disiplin,
jujur dan melatih lebih sabar karena harus menahan haus dan lapar pada waktu
tertentu. Para ahli berpendapat bahwa puasa juga dapat membangun rasa empati
pada anak. Dengan berpuasa, anak akan belajar untuk lebih menghargai makanan
dan memahami serta berempati kepada saudara-saudaranya yang mungkin tidak bisa
makan setiap hari. Selain itu, selama bulan Ramadhan orang tua juga dapat
melatih anak untuk beribadah lain seperti shalat berjamaah, mengaji bersama,
hafalan doa dan sebagainya. Berpuasa juga bermanfaat menyeimbangkan fungsi
tubuh, terutama sistem pencernaan. Dengan berpuasa, tubuh mengalami
detoksifikasi dan membuang racun-racun dalam tubuh dan membersihkan alat
pencernaan.
Berpuasa
juga akan membuat anak menjadi lebih sehat karena konsumsi jajanan tidak sehat
berkurang, pola makan akan teratur dan nilai gizinya lebih diperhatikan oleh
orang tuanya. Terkait waktu yang tepat untuk mengajarkan berpuasa bahwa mengajarkan
anak berpuasa bila sudah siap secara fisik dan mental tanpa ada paksaan dan dilakukan
secara bertahap. anak sebaiknya dapat
mulai dilatih berpuasa saat berusia enam hingga tujuh tahun. Meskipun dari segi
kesehatan, tidak ada patokan baku kapan seorang anak mulai mampu berpuasa.
Menurut
staf pengajar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Unpad Bandung Prof dr
Dedi Soebardja Sp.A mengatakan seorang anak dapat mulai dilatih berpuasa sejak
mengetahui mana yang boleh dan tidak, serta mulai bisa bersosialisasi. Biasanya,
kemampuan itu dicapai anak saat berusia enam atau tujuh tahun. Selain itu,
Wanda mengatakan latihan puasa dapat dilakukan ketika anak telah melewati masa
balita. Mengingat pertumbuhan otak yang optimal berlangsung selama masa balita,
latihan puasa mulai dapat diterapkan ketika anak telah melewati periode
tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar