Kamis, 03 Juli 2014

Manfaat puasa bagi tumbuh kembang anak





Puasa dapat melatih anak untuk mengendalikan emosi. Mendidik anak untuk disiplin, jujur dan melatih lebih sabar karena harus menahan haus dan lapar pada waktu tertentu. Para ahli berpendapat bahwa puasa juga dapat membangun rasa empati pada anak. Dengan berpuasa, anak akan belajar untuk lebih menghargai makanan dan memahami serta berempati kepada saudara-saudaranya yang mungkin tidak bisa makan setiap hari. Selain itu, selama bulan Ramadhan orang tua juga dapat melatih anak untuk beribadah lain seperti shalat berjamaah, mengaji bersama, hafalan doa dan sebagainya. Berpuasa juga bermanfaat menyeimbangkan fungsi tubuh, terutama sistem pencernaan. Dengan berpuasa, tubuh mengalami detoksifikasi dan membuang racun-racun dalam tubuh dan membersihkan alat pencernaan.

Berpuasa juga akan membuat anak menjadi lebih sehat karena konsumsi jajanan tidak sehat berkurang, pola makan akan teratur dan nilai gizinya lebih diperhatikan oleh orang tuanya. Terkait waktu yang tepat untuk mengajarkan berpuasa bahwa mengajarkan anak berpuasa bila sudah siap secara fisik dan mental tanpa ada paksaan dan dilakukan secara bertahap.  anak sebaiknya dapat mulai dilatih berpuasa saat berusia enam hingga tujuh tahun. Meskipun dari segi kesehatan, tidak ada patokan baku kapan seorang anak mulai mampu berpuasa.

Menurut staf pengajar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Unpad Bandung Prof dr Dedi Soebardja Sp.A mengatakan seorang anak dapat mulai dilatih berpuasa sejak mengetahui mana yang boleh dan tidak, serta mulai bisa bersosialisasi. Biasanya, kemampuan itu dicapai anak saat berusia enam atau tujuh tahun. Selain itu, Wanda mengatakan latihan puasa dapat dilakukan ketika anak telah melewati masa balita. Mengingat pertumbuhan otak yang optimal berlangsung selama masa balita, latihan puasa mulai dapat diterapkan ketika anak telah melewati periode tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar