Jumat, 23 Mei 2014

Bantahan Sikecil




  Bunda pernahkah anda mengalami saat-saat dimana buah hati anda bagaikan mosnter kecil, yang tidak mau mendengarkan perkataan anda, dan terus melakukan sesuatu yang anda tidak suka, bahkan sengaja memancing emosi anda”  Saat anda berkata no..no...no tapi justru sibuah hati akan merespon dengan yes..yes..yes..

Saat anda melarang melakukan sesuatu, tapi justru sikecil malah tambah senang melakukannya, itu akan berakhir seiring bertambahnya usia anak, maka dari itu bunda jangan terpancing untuk marah atau melakukan kekerasan terhadap anak. Menghadapi ulahnya yang sering membantah, lebih baik Anda  menggunakan cara-cara berikut :
  • Responlah dengan humor  Jangan terpancing untuk marah, apalagi bila anak ngotot melakukan sesuatu yang tidak berbahaya.  Cukup katakan, ”oh kalo kamu terus bermain gelas dan piring maka jika pecah maka beling itu akan membuat kakimu terluka parah...” main mobil-mobil aja yuk...”
  • Ingatkan kewajibannya. Untuk hal-hal yang memang harus dilakukan anak, jangan biarkan dia bebas dan ingatkan terus. Semisal tugas membereskan mainan atau menggosok gigi, katakan dengan nada tegas namun tidak berteriak.
  • Gunakan psikologi terbalik. Ketika anak menolak mandi, Anda bisa bilang begini, ”Oh, dede ga mau mandi ya..oke.. biar saja nanti badannya bau dan digigiti nyamuk.” Dengan psikologi terbalik, anak akan berpikir bahwa Anda tidak peduli terhadap reaksinya. Itu akan memancing ia berbuat sebaliknya untuk mendapat respon Anda.
  • Menyuruh dalam nada meminta. Ketika anda hendak melarang buah ahti anda untuk melakukan sesuatu, lebih baik anda melarang dengan nada meminta daripada nada menyuruh  misalnya, ”Boleh bunda meminta gelasnya?”  itu lebih baik untuk  ego anak daripada nada memerintah seperti “Ayo, bawa sini gelasnya!”
  • Ajarkan cara mengekspresikan perasaan. Terkadang anak memberondong  Anda dengan kata "tidak"  hanya untuk menunjukkan perasaan tidak senang, protes, atau  marah pada sesuatu. Coba cek dengan bertanya padanya, ”Kamu lagi marah, ya? Apa yang membuat kamu marah? Coba bilang sama Bunda." Lalu, dengarkan perkataan anak sambil membantunya memilih kata-kata.
  • Lupakan sifat bossy Anda. Tidak ada orang yang senang diperintah, bukan? Karena itu, wajar jika anak  menolak duduk di car seat karena nada perintah Anda seperti diktator: "ayo duduk dikursi sekarang!". Lebih efektif bila menyampaikan instruksi secara bersahabat, namun jelaskan konsekuensi bila anak melanggar, misalnya, “ayo mau makan kan..duduk yang manis ya...".  Jangan lupa, nada suara juga penting. Tidak perlu berteriak atau membentak.
  • Mengalihkan perhatian.  Suatu hari, si dede bermain-main dengan mengambil air dari dispenser dan dibuangya kelantai.. Berkali-kali ia melakukan itu.. Hampir sepuluh kali bundanya mengatakan ‘jangan’, tidak mempan. Akhirnya, bunda  menyadari bahwa kata ‘jangan’ tidak bisa digunakan untuk membuat Alya menghentikan tindakan impulsifnya. Ia pun mengalihkan perhatian si dede dengan melakukan aktivitas yang mirip, seperti memberi makan ikan di akurium atau bermain dengan bebek-bebek plastik di bak mandi. Berhasil!
  • Cari kata spesifik selain “jangan”,  untuk mencegah aktifitas yang membahayakan anak. Misalnya, ketika dia bermain-main dengan tempat sampah, reaksi Anda mungkin mengatakan “Jangan!”.  Cobalah memilih kata lain yang lebih efektif, misalnya, “Hi, jijik! Main kotak sampah bisa membuatmu sakit.”  Katakan dengan ekspresi yang mendukung.
  • Berikan kata positif yang mengandung konotasi negatif. Misalnya, “Kamu tidak boleh mencoret tembok, tapi kamu boleh menggambar di kertas.” Gunakan ekspresi meyakinkan untuk menekankan bahwa ia boleh melakukan sesuatu  tetapi dalam cara yang positif. Ini adalah cara kreatif dalam memberi buah hati anda pilihan tanpa melarangnya terus-menerus. 
Angie T.Cranor, Ph.D, asisten professor dari jurusan perkembangan di universitas North Carolina di Greensboro, AS, mengatakan, daripada melarang anak untuk melakukan sesuatu,  lebih baik minta dia melakukan sesuatu. Kalimat seperti “Jangan berguling di lantai dengan baju barumu” dapat memancing argumentasi. Lebih baik katakan,  “Coba kamu duduk di kursi, supaya baju baru kamu tidak kotor.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar