Boss Besar
“Itu Punya Ku... ini adalah milikku... aku yang jadi bosnya ya... aku
jadi gurunya donk... aku jadi polisinya ya... pokoknya aku...aku duluan..aku
yang menang... aku yang ngomong.. and
aku...”
Itulah yang
terjadi pada putra pertamaku yang biasa kupanggil “Kaka” yang saat ini usianya
7 tahun, saat dia sedang bermain bersama
teman-temannya disekitaran rumah.
Bunda
pernahkah anda mengalami hal yang sama, melihat anak anda sedang bermain dengan
egoisnya, yang kadang-kadang menyebabkan teman-temannya menjadi tidak enjoy
dalam bermain, saya yakin anda pernah mengalaminya, dan bagaimana cara anda mengatasinya...
Bunda sikap
egosentris seperti ini sebenarnya juga punya sisi baik. Kebutuhan anak untuk
merasa kuat adalah sesuatu yang penting di kemudian hari. Misalnya, Anak yang
bertingkah layaknya seorang bos besar sebenarnya punya karisma terselubung
untuk menjadi seorang pemimpin di masa depan. Tapi Anda tetap perlu meredam
sikap tegasnya agar tidak gemar menggencet teman. Sementara itu, anak yang
senang menginterupsi pembicaraan sebenarnya bisa menjadi orang dewasa yang
patut didengar pendapatnya. Namun, dia perlu bantuan Anda untuk belajar
mengeluarkan pendapat di waktu yang tepat.
“Amatilah setiap perbuatanku bunda, jangan melarangku
terlalu keras dan jangan membiarkankku dalam keegoisan... karena bisa jadi
sikapku itu adalah cerminan diriku dimasa depan....”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar