Sabtu, 10 Mei 2014

Bos Besar



Boss Besar

“Itu Punya Ku... ini adalah milikku... aku yang jadi bosnya ya... aku jadi gurunya donk... aku jadi polisinya ya... pokoknya aku...aku duluan..aku yang menang...  aku yang ngomong.. and aku...”

Itulah yang terjadi pada putra pertamaku yang biasa kupanggil “Kaka” yang saat ini usianya 7 tahun,  saat dia sedang bermain bersama teman-temannya disekitaran rumah.
Bunda pernahkah anda mengalami hal yang sama, melihat anak anda sedang bermain dengan egoisnya, yang kadang-kadang menyebabkan teman-temannya menjadi tidak enjoy dalam bermain, saya yakin anda pernah mengalaminya, dan bagaimana cara  anda mengatasinya...

Bunda sikap egosentris seperti ini sebenarnya juga punya sisi baik. Kebutuhan anak untuk merasa kuat adalah sesuatu yang penting di kemudian hari. Misalnya, Anak yang bertingkah layaknya seorang bos besar sebenarnya punya karisma terselubung untuk menjadi seorang pemimpin di masa depan. Tapi Anda tetap perlu meredam sikap tegasnya agar tidak gemar menggencet teman. Sementara itu, anak yang senang menginterupsi pembicaraan sebenarnya bisa menjadi orang dewasa yang patut didengar pendapatnya. Namun, dia perlu bantuan Anda untuk belajar mengeluarkan pendapat di waktu yang tepat.

“Amatilah setiap perbuatanku bunda, jangan melarangku terlalu keras dan jangan membiarkankku dalam keegoisan... karena bisa jadi sikapku itu adalah cerminan diriku dimasa depan....”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar