“Bunda saya tidak suka mengakuinya, tetapi anak lelaki saya sangat pengatur dan suka memerintah. Dia memeberikan
perintah kepada teman-temannya dan ingin semuanya berjalan sesuai dengan
keinginannya. Jika dia tidak mengubah “semangat asertif yang berlebihan”
sekarang, dia tidak akan punya teman sama sekali. Dia selalu mengendalikan,
jadi bagaimana saya mengubah anak saya seperti ini agar dia lebih diterima oleh
teman dan lingkungannya?”
Mengapa sikap anak yang suka memerintah harus berubah
Anak yang suka memerintah menunjuk dirinya sendiri
menjadi satu-satunya yang berwenang, mereka membuat peraturan, memilih
kegiatan, dan memutuskan rencana permainan. Sangat jarang mereka mau
mendengarkan pendapat atau kekuatiran teman sebayanya. Meskipun keterampilan
mengatur itu suatu saat dapat berguna menjadikannya pemimpin dan CEO yang kuat,
untuk saat sekarang anak-anak seperti itu biasanya tidak disukai oleh teman
sebayanya.
Walaupun anda tidak ingin menghalangi rasa percaya
diri anak atau kesediaannya mengambil wewenang dan tanggung jawab, anda
tentunya ingin membantunya mengubah sikap diktator dan mendominasi agar anak
dapat mempertimbangkan kebutuhan orang lain, serta lebih menghargai perasaan
dan keinginan orang lain. Dengan begitu tentu saja akan mendorongnya menjadi
lebih disukai dan lebih berhasil dalam kehidupan sosial.
Ada cara tertentu bagi orang tua untuk mengubahnya.
Anda dapat melihat anak memiliki bawaan sebagai pemimpin dan dia bisa menjadi
seseorang yang berwenang, memikul tanggung jawab dan menyelesaikan banyak hal.
Namun ingat, seorang pemimpin sejadi mempertimbangkan kebutuhan orang lain,
mendengarkan orang lain dan memiliki tujuan positif yang menguntungkan semua
pihak, bukan hanya dirinya sendiri.
Tanda-tanda anak yang suka memerintah
Berikut ini tanda-tanda peringatan bahwa sikap anak
anda yang suka memerintah itu mempengaruhi perkembangan emosional dan
sosialnya. Untuk penilaian yang lebih akurat, amati interaksi anak Anda dengan
anak lain dalam berbagai situasi dan tempat (sekolah, tetangga dan lingkungan
sekitar).
- Anak anda menentukan kegiatan, membuat rencana, dan menciptakan rencana permainan.
- Dia mulai memerintah Anda dan menentukan apa yang harus Anda lakukan.
- Semua harus berjalan sesuai caranya, dia hanya bermain sesuai peraturannya.
- Dia jarang bernegosiasi atau mengalah untuk menerima keinginan orang lain, tidak mau berkompromi.
- Teman-teman tidak membalas teleponnya, mengundangnya lagi, atau ingin dia datang.
- Orang tua, pelatih, atau guru menjulukinya “bos”
- Tidak tanggap bahwa orang lain merasa disingkirkan atau diremehkan akibat perilakunya.
Bagaimana Mengatasi Perilaku Anak Suka Mengatur
A. Identifikasi apa yang terjadi
Langkah pertama Anda adalah menemukan penyebab anak
menjadi diktator kecil, sehingga Anda dapat menemukan cara terbaik menahan
perilakunya dan memperbaiki kemampuannya yang berhubungan. Periksa sebab-sebab
yang mungkin sesuai dengan anak Anda:
· Meniru. Anak
anda terbiasa diatur dan diperintah, sehingga dia meniru yang dialaminya.
· Mendapat
penguatan. Seseorang secara sengaja (atau tidak sengaja) memperkuat sikap
itu dengan menyebutnya asertif, percaya diri, atau mudah bergaul, atau memiliki
kapasitas sebagai pemimpin, atau memang dia dibiarkan demikian.
· Dituntut
untuk memegang kekuasaan. Dia diberi tanggung jawab untuk menjaga yang
lain, mungkin bergaul dengan anak-anak yang kurang diarahkan dan membutuhkan
seseorang untuk diandalkan.
· Tidak
aman. Anak Anda menutupi rasa tidak aman, keyakinan diri yang rendah atau
perfeksionisme.
· Membutuhkan
Kekuatan. Dia membutuhkan rasa memiliki kekuatan sebagai kompensasi
menjadi urutan terbawah dalam keluarga atau teman-teman.
· Diganggu. Anak
Anda sering didominasi oleh orang lain, dia mencoba melampiaskannya di tempat
bermain.
· Kurang
pengalaman sosial. Dia benar-benar tidak tahu cara menyampaikan pendapat
kepada pihak lain dengan cara yang baik.
· Tidak
memiliki suara. Gagasan, perasaan, dan kebutuhannya sering diabaikan.
· Kurang
empati. Anak Anda dalam tahap perkembangan egosentris atau kurang
kemampuan memandang dari perspektif dari orang lain atau kemampuan memandang
dari perspektif orang lain atau memikirkan kemauan orang lain.
B. Tekankan Konsensus.
Para diktator perlu belajar tentang demokrasi, jadi
tekankan demokrasi di rumah Anda. Perkuat sebuah peraturan baru untuk
keputusan-keputusan keluarga tertentu (seperti: pilihan liburan dan restoran,
sewa DVD, acara TV yang akan ditonton, permainan makna yang akan dimainkan),
semua anggota keluarga harus disurvei. Anak Anda perlu belajar demokrasi secara
langsung agar dapat menerapkannya bersama teman-temannya.
C. Minta kerja sama.
Penelitian menunjukan bahwa anak-anak yang menunjukan
perilaku kooperatif seperti berbagi, bergiliran, mempertimbangkan permintaan
teman sebayanya, dan sebagainya, biasanya karena orang tua mereka dengan jelas
menekankan tuntutannya. Jadi sempatkan untuk memberi tahu anak aturan dasar
untuk berbagi dan bekerja sama, serta beri penjelasan. Minta anak
menerapkannya. Pastikan Anda juga menekankan mengapa perilaku suka memerintah
tidak tepat dan mengecewakan orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar