Senin, 16 Juni 2014

Bila Balita Anda Senang Teriak




Bunda Berteriak pada usia batita, bisa merupakan salah satu bentuk komunikasi agar anak mendapat perhatian orangtua dan lingkungannya. Ini wajar, karena anak usia batita belum memiliki banyak pengalaman bagaimana cara menarik perhatian orang lain. Berteriak juga dapat merupakan cara untuk mengeluarkan perasaan dan ekspresi keberanian anak dalam menunjukkan kemampuan bicara yang sebelumnya tak dimilikinya. 

Bunda, jeritan balita menyaingi lengkingan penyanyi rock. Meski Anda berada di dekatnya, tetap saja balita memilih berteriak saat memanggil mamanya. Tak kenal watu, balita kerap berteriak-teriak. Anda jadi tidak sabar menghadapinya.

Untuk Menarik perhatian. Balita usia 2 tahun mulai lancar berbicara. Dia merasa perlu menunjukkan kemampuannya. Apalagi kalau bukan dengan berteriak. Dia juga sering berteriak untuk menarik perhatian orang lain saat ingin menyampaikan perasaan dan pikirannya, ini terjadi karena dia belum tahu cara menarik perhatian orang lain dengan benar, yakni dengan berbicara baik-baik.
Balita menggunakan teriakan itu sebagai sarana bereksperimen sejauh mana suaranya dapat didengar orang lain. Dia juga belajar mengontrol volume suara dan tinggi rendah nada. Dan tentunya kegiatan yang menyenangkan dan menghibur bagi dirinya. Namun Anda tak perlu khawatir, sebenarnya hal tersebut masih wajar. Seiring bertambahnya usia, kemampuan komunikasi anak meningkat dan kebiasannya berteriak-teriak pun akan berkurang.

Jangan balas Teriakannya. Satu hal yang harus Anda perhatikan, jangan pernah membalas teriakan balita dengan teriakan juga. Apalagi membentak menyuruhnya diam. Dia justru akan berteriak lebih keras lagi. Anda harus memberi pengertian pada balita 2 tahun untuk berhenti berteriak-teriak. Ucapkan dengan kalimat yang jelas dan dengan nada yang lembut. Misalnya, “ Tidak perlu teriak, Bunda juga sudah dengar, kok. Nanti tenggorokannya sakit.”
Anda jangan pernah menanggapi keinginan anak bila dia memintanya sambil berteriak. Selalu minta balita untuk berkata secara santun, barulah Anda penuhi keinginananya. Tak lupa beri pujian kalau balita sudah tidak berteriak-teriak lagi.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar