Bunda Berteriak pada usia batita, bisa merupakan salah satu bentuk komunikasi
agar anak mendapat perhatian orangtua dan lingkungannya. Ini wajar, karena anak
usia batita belum memiliki banyak pengalaman bagaimana cara menarik perhatian
orang lain. Berteriak juga dapat merupakan cara untuk mengeluarkan perasaan dan
ekspresi keberanian anak dalam menunjukkan kemampuan bicara yang sebelumnya tak
dimilikinya.
Bunda, jeritan balita
menyaingi lengkingan penyanyi rock. Meski Anda berada di dekatnya, tetap saja balita
memilih berteriak saat memanggil mamanya. Tak kenal watu, balita
kerap berteriak-teriak. Anda jadi tidak sabar menghadapinya.
Untuk Menarik perhatian. Balita usia
2 tahun mulai lancar berbicara. Dia merasa perlu menunjukkan kemampuannya.
Apalagi kalau bukan dengan berteriak. Dia juga sering berteriak untuk menarik
perhatian orang lain saat ingin menyampaikan perasaan dan pikirannya, ini
terjadi karena dia belum tahu cara menarik perhatian orang lain dengan benar,
yakni dengan berbicara baik-baik.
Balita menggunakan teriakan itu sebagai sarana bereksperimen sejauh mana suaranya dapat didengar orang lain. Dia juga belajar mengontrol volume suara dan tinggi rendah nada. Dan tentunya kegiatan yang menyenangkan dan menghibur bagi dirinya. Namun Anda tak perlu khawatir, sebenarnya hal tersebut masih wajar. Seiring bertambahnya usia, kemampuan komunikasi anak meningkat dan kebiasannya berteriak-teriak pun akan berkurang.
Balita menggunakan teriakan itu sebagai sarana bereksperimen sejauh mana suaranya dapat didengar orang lain. Dia juga belajar mengontrol volume suara dan tinggi rendah nada. Dan tentunya kegiatan yang menyenangkan dan menghibur bagi dirinya. Namun Anda tak perlu khawatir, sebenarnya hal tersebut masih wajar. Seiring bertambahnya usia, kemampuan komunikasi anak meningkat dan kebiasannya berteriak-teriak pun akan berkurang.
Jangan balas Teriakannya. Satu hal
yang harus Anda perhatikan, jangan pernah membalas teriakan balita
dengan teriakan juga. Apalagi membentak menyuruhnya diam. Dia justru akan
berteriak lebih keras lagi. Anda harus memberi pengertian pada balita
2 tahun untuk berhenti berteriak-teriak. Ucapkan dengan kalimat yang jelas dan
dengan nada yang lembut. Misalnya, “ Tidak perlu teriak, Bunda
juga sudah dengar, kok. Nanti tenggorokannya sakit.”
Anda jangan pernah menanggapi
keinginan anak bila dia memintanya sambil berteriak. Selalu minta balita
untuk berkata secara santun, barulah Anda penuhi keinginananya. Tak lupa beri
pujian kalau balita sudah tidak berteriak-teriak lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar